pada tanggal
Budaya Jepang
Jepang Unik
Marga Jepang
Nama-nama orang Jepang
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Jika kamu sedang mencari sake Jepang yang terkenal, maka kamu wajib membaca artikel ini sampai selesai. Karena di artikel ini kita akan membahas berbagai macam sake Jepang yang terkenal dari banyak daerah di Jepang, mulai dari sake yang mudah ditemukan di supermarket, sake yang cocok untuk pemula, sampai sake premium yang sulit didapat dan sering diburu oleh pecinta sake.
Sake sendiri dalam bahasa Jepang biasanya disebut 日本酒(にほんしゅ)atau nihonshu. Minuman ini dibuat dari beras, air, koji, dan ragi. Walaupun sama-sama disebut sake, sebenarnya setiap daerah di Jepang memiliki ciri khas masing-masing. Ada sake yang rasanya ringan dan kering, ada yang harum seperti buah, ada yang lembut, ada juga yang punya rasa umami yang kuat dan cocok diminum bersama makanan Jepang. Sake ini adalah minuman beralkohol ya, jadi tidak halal bagi Muslim ya.
Di Jepang, sake bukan hanya sekadar minuman alkohol. Sake juga sangat erat dengan budaya, tradisi, makanan, dan daerah asalnya. Dalam acara perayaan, upacara tradisional, tahun baru, festival, bahkan dalam kehidupan sehari-hari, sake sering muncul sebagai bagian dari budaya Jepang.
Kalau kamu pernah melihat botol sake di supermarket Jepang, mungkin kamu akan merasa bingung karena jumlahnya sangat banyak. Nama mereknya berbeda-beda, daerah asalnya berbeda, jenisnya juga berbeda. Ada Junmai, Ginjo, Daiginjo, Honjozo, Junmai Daiginjo, dan lain-lain. Karena itu, untuk pemula, memilih sake bisa terasa cukup sulit.
Nah, supaya lebih mudah, di artikel ini kita akan membahas beberapa sake Jepang terkenal dari seluruh Jepang. Setiap sake akan dijelaskan mulai dari asal daerah, kadar alkohol, jenis sake, rasa, asal-usul singkat, sampai kira-kira bisa dibeli di mana.
Namun perlu diingat, kadar alkohol yang ditulis di artikel ini adalah angka umum dari varian yang sering dikenal. Setiap merek sake biasanya punya banyak varian, sehingga kadar alkoholnya bisa berbeda tergantung produk, tahun produksi, dan ukuran botolnya.
Sebelum masuk ke daftar sake terkenal, ada baiknya kita mengenal sedikit tentang sake Jepang terlebih dahulu.
Sake dibuat dari beras, tetapi proses pembuatannya tidak sama seperti membuat bir atau wine. Dalam sake, beras harus dipoles terlebih dahulu untuk menghilangkan bagian luar beras. Setelah itu, beras dikukus, lalu dicampur dengan koji, ragi, dan air. Proses fermentasi inilah yang menghasilkan sake.
Salah satu hal yang sering muncul dalam dunia sake adalah istilah polishing ratio atau 精米歩合(せいまいぶあい). Ini menunjukkan berapa persen bagian beras yang tersisa setelah dipoles. Misalnya, jika tertulis 45 persen, berarti beras dipoles sampai tersisa 45 persen. Semakin kecil angkanya, biasanya proses pembuatannya semakin rumit dan sake tersebut cenderung masuk kategori lebih premium.
Jenis sake juga bermacam-macam. Misalnya, Junmai berarti sake yang dibuat tanpa tambahan alkohol brewer. Ginjo dan Daiginjo biasanya memiliki aroma yang lebih harum dan dibuat dengan beras yang dipoles lebih banyak. Honjozo memakai sedikit tambahan alkohol brewer untuk membuat aroma dan rasa lebih ringan.
Namun, kamu tidak perlu langsung menghafal semuanya. Untuk awal, cukup pahami bahwa setiap sake punya karakter sendiri. Ada yang cocok untuk pemula, ada yang cocok diminum bersama makanan, ada yang cocok untuk hadiah, dan ada juga yang cocok untuk orang yang sudah benar-benar suka sake.
Dassai 45 berasal dari Iwakuni, Prefektur Yamaguchi. Sake ini dibuat oleh Asahi Shuzo dan menjadi salah satu sake Jepang paling terkenal, bukan hanya di Jepang, tetapi juga di luar negeri.
Bagi banyak orang luar Jepang, Dassai sering menjadi pintu masuk pertama untuk mengenal sake premium. Nama Dassai sangat kuat karena merek ini berhasil memperkenalkan sake Jepang dengan citra yang modern, bersih, dan mudah dipahami oleh pemula.
Dassai 45 termasuk jenis Junmai Daiginjo. Artinya, sake ini dibuat tanpa tambahan alkohol brewer dan menggunakan beras yang dipoles cukup tinggi. Angka 45 pada nama Dassai 45 berarti beras yang digunakan dipoles sampai tersisa 45 persen.
Kadar alkohol Dassai 45 umumnya sekitar 16 persen.
Rasa Dassai 45 cenderung ringan, harum, bersih, dan sedikit manis. Aromanya sering digambarkan seperti buah, misalnya apel, pir, melon, atau aroma buah tropis yang lembut.
Sake ini cocok untuk pemula karena tidak terlalu berat dan tidak terlalu kering. Jika kamu belum terbiasa dengan rasa sake yang kuat, Dassai 45 bisa menjadi pilihan yang cukup aman.
Asahi Shuzo dulunya bukan brewery sebesar sekarang. Namun mereka memilih fokus pada sake premium, terutama Junmai Daiginjo. Strategi ini membuat Dassai menjadi sangat terkenal, bahkan sampai dikenal luas di luar Jepang.
Dassai juga sering dianggap sebagai sake modern karena pendekatannya berbeda dari banyak brewery tradisional. Mereka tidak terlalu menonjolkan sisi kuno, tetapi lebih menonjolkan kualitas, teknologi, dan rasa yang mudah diterima oleh pasar internasional.
Di Jepang, Dassai 45 bisa ditemukan di toko sake besar, department store, toko online, bandara, dan beberapa supermarket besar. Di kota besar seperti Tokyo, Osaka, Kyoto, Fukuoka, dan Hiroshima, sake ini relatif mudah ditemukan.
Kalau kamu ingin membelinya sebagai oleh-oleh, Dassai 45 juga cukup aman karena nama mereknya terkenal dan tampilannya terlihat premium.
Kubota Senjyu berasal dari Prefektur Niigata. Niigata adalah salah satu daerah sake paling terkenal di Jepang. Daerah ini dikenal dengan salju yang banyak, air yang bersih, dan beras berkualitas tinggi.
Sake dari Niigata sering dikenal memiliki karakter ringan, bersih, dan kering. Dalam bahasa Jepang, gaya seperti ini sering disebut 淡麗辛口(たんれいからくち)atau tanrei karakuchi.
Kubota Senjyu termasuk jenis Ginjo. Kadar alkoholnya sekitar 15 persen.
Rasa Kubota Senjyu ringan, bersih, dan sedikit kering. Sake ini tidak terlalu manis dan tidak terlalu berat, sehingga cocok diminum bersama makanan.
Kalau kamu suka sake yang tidak mengganggu rasa makanan, Kubota Senjyu bisa menjadi pilihan yang bagus. Sake ini cocok untuk sashimi, sushi, ikan bakar, tempura, yakitori, atau makanan Jepang sehari-hari.
Kubota dibuat oleh Asahi Shuzo di Niigata. Merek Kubota dikenal sebagai sake yang rapi, bersih, dan mudah dipadukan dengan makanan. Tidak terlalu mencolok, tetapi kualitasnya stabil.
Karena itu, Kubota sering disukai oleh orang Jepang yang mencari sake yang enak diminum saat makan.
Kubota Senjyu cukup mudah ditemukan di Jepang. Kamu bisa mencarinya di toko minuman, toko sake, department store, supermarket besar, toko online, atau izakaya.
Di Niigata, tentu saja sake ini lebih mudah ditemukan karena merupakan salah satu sake terkenal dari daerah tersebut.
Hakkaisan juga berasal dari Niigata. Nama Hakkaisan diambil dari Gunung Hakkai atau 八海山(はっかいさん)yang berada di daerah tersebut.
Daerah ini terkenal dengan alamnya yang indah, salju yang tebal, dan air yang bersih. Semua unsur ini sangat penting dalam pembuatan sake.
Salah satu varian yang terkenal adalah Hakkaisan Tokubetsu Honjozo. Kadar alkoholnya sekitar 15.5 persen.
Karena termasuk Honjozo, sake ini memakai sedikit tambahan alkohol brewer. Tujuannya bukan untuk membuat sake menjadi murahan, tetapi untuk membuat aroma dan rasa akhir menjadi lebih ringan dan rapi.
Hakkaisan Tokubetsu Honjozo memiliki rasa yang bersih, halus, ringan, dan sedikit kering. Sake ini bisa diminum dingin, suhu ruang, atau hangat.
Jika diminum hangat, rasanya menjadi lebih lembut dan cocok dengan makanan Jepang seperti nabe, oden, ikan bakar, dan makanan rebus.
Hakkaisan sangat erat dengan alam Niigata. Air bersih dari daerah bersalju menjadi salah satu faktor penting dalam rasa sake ini.
Hakkaisan sering dianggap sebagai sake yang cocok untuk menemani makanan, bukan sake yang hanya diminum sendiri. Karena itu, sake ini cukup populer di restoran Jepang.
Hakkaisan cukup mudah ditemukan di toko sake, supermarket besar, department store, online shop, dan restoran Jepang. Kalau kamu pergi ke Niigata, Hakkaisan juga sering dijual sebagai oleh-oleh khas daerah.
Juyondai berasal dari Prefektur Yamagata dan dibuat oleh Takagi Shuzo. Di dunia sake, Juyondai adalah salah satu nama yang sangat terkenal dan sangat diburu.
Berbeda dengan Dassai atau Kubota yang masih cukup mudah ditemukan, Juyondai termasuk sake langka. Banyak pecinta sake ingin mencobanya, tetapi tidak mudah mendapatkan botolnya.
Kadar alkohol Juyondai berbeda tergantung variannya, tetapi banyak produk terkenalnya berada di sekitar 15 persen.
Beberapa varian yang sering dicari adalah Juyondai Honmaru, Juyondai Black Label, dan beberapa varian premium lain yang memakai beras khusus.
Juyondai terkenal dengan rasa fruity, juicy, manis halus, dan sangat elegan. Aromanya bisa terasa seperti buah matang, tetapi tidak berlebihan.
Rasanya sering dianggap mewah, lembut, dan seimbang. Karena itu, Juyondai sering disebut sebagai salah satu sake premium terbaik dan paling legendaris di Jepang.
Takagi Shuzo dikenal bukan hanya sebagai pembuat sake, tetapi juga sebagai brewery yang mengembangkan varietas beras sake sendiri. Hal ini membuat Juyondai memiliki karakter yang khas.
Karena produksinya terbatas dan permintaannya sangat tinggi, harga Juyondai bisa menjadi sangat mahal, terutama jika dijual di luar jalur resmi.
Juyondai sangat sulit ditemukan di supermarket biasa. Biasanya sake ini tersedia di toko sake khusus, restoran premium, sake bar, atau melalui sistem alokasi tertentu.
Jika kamu hanya ingin mencoba rasanya, lebih realistis mencarinya di sake bar. Membeli satu botol bisa sulit dan harganya sering tidak murah.
Dewazakura Oka Ginjo berasal dari Tendo, Prefektur Yamagata. Yamagata sendiri adalah salah satu daerah sake yang sangat terkenal, terutama untuk sake beraroma harum dan elegan.
Dewazakura termasuk merek penting dalam sejarah sake modern karena ikut memperkenalkan jenis Ginjo kepada masyarakat luas.
Dewazakura Oka Ginjo termasuk jenis Ginjo. Kadar alkoholnya sekitar 15 persen. Berasnya dipoles sampai 50 persen, sehingga kualitasnya cukup tinggi untuk kelas Ginjo.
Rasa Dewazakura Oka Ginjo ringan, harum, sedikit fruity, dan cocok diminum dingin. Aromanya lembut dan tidak terlalu berat.
Sake ini cocok untuk kamu yang baru ingin mengenal aroma Ginjo. Biasanya Ginjo memiliki aroma seperti buah atau bunga, dan Dewazakura Oka Ginjo termasuk contoh yang cukup mudah dipahami.
Dewazakura Oka Ginjo dikenal sebagai sake yang membantu membuat Ginjo lebih populer. Dulu, sake seperti Ginjo belum terlalu umum diminum oleh masyarakat luas. Dengan produk seperti Oka Ginjo, banyak orang mulai mengenal sake yang lebih harum dan elegan.
Dewazakura cukup mudah ditemukan di toko sake, department store, online shop, atau restoran Jepang yang memiliki pilihan sake cukup lengkap.
Kalau kamu pergi ke Yamagata, sake ini juga bisa menjadi oleh-oleh yang bagus.
Aramasa berasal dari Prefektur Akita. Di kalangan penggemar sake, Aramasa adalah salah satu merek yang sangat terkenal karena rasanya unik dan modern.
Jika beberapa sake klasik terasa kering dan tenang, Aramasa justru terasa lebih segar, hidup, dan berbeda.
Salah satu varian terkenalnya adalah Aramasa No.6 S-Type. Kadar alkoholnya sekitar 13 persen, sehingga terasa lebih ringan dibanding banyak sake lain.
Aramasa dikenal menggunakan ragi No.6, yaitu ragi sake bersejarah yang berasal dari brewery Aramasa sendiri.
Rasa Aramasa No.6 biasanya segar, sedikit asam, ada aroma citrus, dan terasa modern. Karena kadar alkoholnya tidak terlalu tinggi, sake ini terasa lebih ringan dan mudah diminum.
Namun, rasanya tetap kompleks. Jadi meskipun cocok untuk orang yang suka rasa segar, Aramasa tetap lebih menarik bagi orang yang sudah mulai mengenal sake.
Aramasa adalah brewery lama dari Akita yang dikenal karena menjaga tradisi, tetapi di saat yang sama menciptakan sake dengan rasa yang modern. Mereka juga sering memakai metode tradisional seperti kimoto.
Hal ini membuat Aramasa punya posisi unik: tradisional dari sisi teknik, tetapi modern dari sisi rasa.
Aramasa termasuk sake yang sulit dicari. Biasanya dijual di toko sake khusus yang memiliki alokasi resmi. Di luar jalur resmi, harganya bisa sangat mahal.
Untuk pemula, sebaiknya coba dulu per gelas di sake bar daripada langsung membeli botol.
Kokuryu berasal dari Prefektur Fukui. Nama Kokuryu berarti “naga hitam”. Merek ini sudah lama dikenal sebagai salah satu sake premium yang elegan dan berkualitas tinggi.
Kokuryu cocok untuk orang yang ingin mencoba sake premium dengan karakter klasik, halus, dan tidak berlebihan.
Salah satu varian terkenalnya adalah Kokuryu Daiginjo Ryu. Kadar alkoholnya sekitar 16 persen.
Jenisnya Daiginjo, sehingga berasnya dipoles cukup tinggi dan aromanya lebih halus.
Rasa Kokuryu Daiginjo Ryu cenderung halus, bersih, harum, dan elegan. Berbeda dengan sake yang fruity dan manis, Kokuryu terasa lebih dewasa dan tenang.
Sake ini cocok diminum bersama makanan Jepang yang lembut seperti sashimi, sushi, ikan putih, atau hidangan kaiseki.
Kokuryu dikenal sebagai brewery yang menjaga kualitas dan gaya premium klasik. Sake mereka tidak selalu mencolok, tetapi terasa sangat rapi.
Bagi orang yang suka sake dengan rasa elegan dan tidak terlalu ramai, Kokuryu bisa menjadi pilihan yang bagus.
Kokuryu bisa ditemukan di toko sake khusus, department store besar, online shop, atau restoran Jepang premium. Di daerah Fukui dan Hokuriku, peluang menemukannya lebih besar.
Born juga berasal dari Prefektur Fukui. Sake ini dibuat oleh Kato Kichibee Shoten dan dikenal sebagai sake premium yang sering dipilih untuk hadiah atau acara spesial.
Born Ginsen memiliki kadar alkohol sekitar 15 persen. Sake ini termasuk sake premium dengan rasa yang bersih dan elegan.
Rasa Born Ginsen cenderung clean, halus, dan sedikit harum. Tampilannya juga sering terlihat mewah, sehingga cocok dijadikan hadiah.
Jika kamu mencari sake untuk diberikan kepada orang lain, Born bisa menjadi salah satu pilihan yang aman karena memiliki citra premium.
Born menjadi semakin dikenal karena pernah mendapatkan penghargaan tinggi dalam kompetisi sake internasional. Hal ini membuat namanya cukup kuat di dunia sake premium.
Born bisa dicari di toko sake premium, department store, online shop, dan restoran Jepang kelas atas.
Kalau kamu mencari sake untuk oleh-oleh atau hadiah, Born termasuk merek yang layak dipertimbangkan.
Nabeshima berasal dari Prefektur Saga di Kyushu. Ini cukup menarik karena Kyushu biasanya lebih terkenal dengan shochu, bukan sake.
Namun, Nabeshima berhasil membuat nama Saga dikenal sebagai daerah sake berkualitas.
Nabeshima Junmai Ginjo memiliki kadar alkohol sekitar 16 persen.
Rasa Nabeshima cenderung fruity, segar, sedikit manis, dan punya aroma yang cukup jelas. Beberapa orang menggambarkan aromanya seperti nanas, strawberry, atau buah tropis.
Sake ini cocok untuk orang yang suka sake modern dengan rasa yang lebih ekspresif.
Nabeshima dibuat oleh Fukuchiyo Shuzo. Merek ini menjadi salah satu sake yang membuat daerah Saga semakin diperhatikan dalam dunia sake Jepang.
Nabeshima cocok untuk kamu yang ingin mencoba sake dari Kyushu selain shochu.
Nabeshima tidak semudah merek besar seperti Gekkeikan atau Hakutsuru, tetapi masih bisa ditemukan di toko sake khusus, restoran Jepang, sake bar, atau online shop tertentu.
Kalau kamu berada di Saga atau Fukuoka, peluang menemukannya lebih besar.
Jikon berasal dari Prefektur Mie. Nama Jikon berarti kurang lebih “saat ini” atau “momen sekarang”. Sake ini dibuat oleh Kiyasho Shuzo di Nabari, Mie.
Salah satu varian yang sering dicari adalah Jikon Tokubetsu Junmai. Kadar alkoholnya sekitar 15.5 sampai 16 persen.
Jikon dikenal dengan rasa yang halus, bersih, fruity, dan punya keseimbangan antara manis, asam, dan umami.
Jika kamu suka sake yang lembut tetapi punya karakter, Jikon bisa menjadi salah satu merek yang menarik untuk dicoba.
Jikon termasuk sake yang cukup sulit didapat. Banyak orang memburunya karena rasanya modern tetapi tetap rapi.
Meskipun tidak semudah merek besar, Jikon punya reputasi yang sangat kuat di kalangan penggemar sake.
Jikon biasanya tidak mudah ditemukan di toko biasa. Kamu bisa mencarinya di toko sake khusus, restoran premium, atau sake bar.
Karena stoknya sering terbatas, jangan heran kalau harganya lebih mahal dari sake biasa.
Zaku adalah sake terkenal lain dari Prefektur Mie. Sake ini dibuat oleh Shimizu Seizaburo Shoten di Suzuka.
Nama Zaku semakin dikenal karena rasanya modern, bersih, dan mudah diterima oleh banyak orang.
Salah satu varian terkenalnya adalah Zaku Miyabi no Tomo Nakadori. Jenisnya Junmai Daiginjo, memakai beras Yamada Nishiki, polishing ratio 50 persen, dan kadar alkohol sekitar 16 persen.
Rasanya halus, elegan, harum, dan cocok diminum dingin.
Kata Nakadori berarti bagian tengah dari proses pressing sake. Bagian ini sering dianggap sebagai bagian yang paling jernih dan berkualitas.
Zaku berasal dari Mie dan dikenal sebagai sake modern yang tetap mudah diminum. Karena rasanya bersih dan tidak terlalu berat, sake ini cocok untuk pemula maupun penggemar sake.
Zaku bisa ditemukan di toko sake khusus, department store, online shop, atau restoran Jepang.
Dibanding Juyondai dan Aramasa, Zaku masih lebih realistis untuk dicari, walaupun beberapa varian bisa cepat habis.
Shichiken berasal dari Yamanashi. Daerah Yamanashi biasanya terkenal dengan wine, tetapi Shichiken menunjukkan bahwa daerah ini juga punya sake berkualitas tinggi.
Salah satu varian yang sangat terkenal adalah Shichiken Hakushin Junmai Daiginjo. Kadar alkoholnya sekitar 16 persen.
Shichiken Hakushin memiliki polishing ratio yang sangat rendah, sehingga termasuk sake premium.
Rasanya elegan, bersih, halus, dan memiliki aroma buah yang lembut. Sake ini cocok untuk kamu yang ingin mencoba sake premium dengan karakter modern.
Shichiken menjadi semakin diperhatikan karena berhasil mendapatkan penghargaan besar dalam kompetisi sake internasional. Hal ini membuat nama Yamanashi semakin dikenal, bukan hanya sebagai daerah wine, tetapi juga sebagai daerah sake.
Shichiken bisa dicari di toko sake premium, department store, online shop, atau langsung di daerah Yamanashi.
Namun setelah memenangkan penghargaan besar, beberapa produk Shichiken bisa lebih sulit ditemukan karena banyak dicari orang.
Gekkeikan adalah salah satu merek sake Jepang paling terkenal dari Fushimi, Kyoto. Fushimi sendiri adalah salah satu daerah sake paling terkenal di Jepang karena airnya yang lembut.
Jika kamu jalan-jalan ke Kyoto dan tertarik dengan sake, Fushimi adalah salah satu daerah yang menarik untuk dikunjungi.
Salah satu varian premium dari Gekkeikan adalah Horin Junmai Daiginjo. Kadar alkoholnya sekitar 16 sampai 17 persen.
Rasanya lembut, sedikit fruity, dan cocok untuk orang yang ingin mencoba sake Kyoto yang lebih premium.
Karena air Fushimi dikenal lembut, banyak sake dari daerah ini juga terasa halus dan mudah diminum.
Gekkeikan memiliki sejarah panjang, sehingga merek ini sering dikaitkan dengan budaya sake Kyoto. Di Fushimi, kamu juga bisa menemukan museum dan tempat yang memperkenalkan sejarah sake.
Gekkeikan Horin bisa dibeli di toko sake, department store, online shop, dan beberapa toko oleh-oleh di Kyoto.
Untuk varian Gekkeikan yang lebih umum, kamu bahkan bisa menemukannya di supermarket atau toko minuman.
Kiku-Masamune berasal dari Nada, Hyogo. Nada merupakan salah satu pusat sake terbesar dan paling terkenal di Jepang.
Daerah Nada terkenal dengan sake yang kering, kuat, dan cocok diminum bersama makanan.
Salah satu produk yang menarik adalah Kiku-Masamune Taru Sake. Taru berarti tong kayu. Kadar alkoholnya sekitar 13.8 persen.
Sake ini memiliki aroma kayu cedar karena disimpan atau diberi sentuhan dari tong kayu. Rasanya kering, harum kayu, dan cocok diminum dingin, suhu ruang, atau hangat.
Kalau kamu ingin mencoba sake yang punya aroma tradisional Jepang, Taru Sake bisa menjadi pilihan yang menarik.
Kiku-Masamune dikenal sebagai salah satu merek sake besar dari Nada. Merek ini memiliki sejarah panjang dan sangat dekat dengan gaya sake klasik Jepang.
Kiku-Masamune cukup mudah ditemukan di Jepang. Kamu bisa membelinya di supermarket besar, toko minuman, department store, online shop, atau restoran Jepang.
Karena mereknya besar, produk ini lebih mudah dicari dibanding sake langka.
Ozeki One Cup adalah sake yang sangat terkenal di Jepang. Namun, sake ini terkenal bukan karena mewah, melainkan karena praktis, sederhana, dan sangat mudah ditemukan.
Ozeki berasal dari daerah Nada, Hyogo, salah satu pusat sake besar di Jepang.
Ozeki One Cup dijual dalam gelas kecil sehingga bisa langsung diminum. Kadar alkoholnya tergantung varian, tetapi banyak varian One Cup berada di kisaran 13 sampai 15 persen.
Rasanya sederhana, ringan, dan cocok untuk orang yang ingin mencoba sake casual.
Ini bukan sake premium seperti Juyondai atau Kokuryu, tetapi justru menarik karena dekat dengan kehidupan sehari-hari orang Jepang.
Ozeki One Cup sudah lama menjadi bagian dari budaya minum sake sehari-hari di Jepang. Bentuk cup-nya membuat sake ini praktis dan mudah dibawa.
Bagi wisatawan, Ozeki One Cup bisa menjadi contoh sake Jepang yang sangat merakyat.
Ozeki One Cup sangat mudah ditemukan. Kamu bisa mencarinya di supermarket, toko minuman, convenience store tertentu, toko online, atau bahkan toko kecil di daerah wisata.
Kamotsuru berasal dari Saijo, Hiroshima. Saijo adalah salah satu kota sake terkenal di Jepang.
Daerah ini dikenal dengan brewery street dan banyak tempat yang bisa dikunjungi untuk mengenal sake Hiroshima.
Salah satu varian terkenal adalah Kamotsuru Tokusei Gold. Sake ini termasuk Daiginjo dengan kadar alkohol sekitar 16 sampai 17 persen.
Ciri khasnya adalah adanya hiasan emas kecil di dalam botol, sehingga sering dijadikan hadiah atau oleh-oleh.
Rasanya harum, agak kering, dan cocok untuk acara spesial.
Kamotsuru Tokusei Gold sudah lama dikenal sebagai salah satu sake ikonik dari Hiroshima. Karena tampilannya menarik dan berasal dari daerah sake terkenal, sake ini sering dicari oleh wisatawan.
Kamu bisa mencarinya di toko oleh-oleh Hiroshima, toko sake, department store, bandara, online shop, atau langsung di daerah Saijo.
Kalau kamu berwisata ke Hiroshima, Saijo Sake Brewery Street juga bisa menjadi tempat menarik untuk belajar tentang sake.
Hakutsuru adalah salah satu merek sake besar dari Nada, Hyogo. Nama Hakutsuru sangat dikenal di Jepang karena produknya mudah ditemukan di banyak tempat.
Bagi orang yang tinggal di Jepang, Hakutsuru mungkin bukan nama yang asing karena sering terlihat di supermarket, toko minuman, dan restoran.
Salah satu varian yang cocok dikenal adalah Hakutsuru Junmai Daiginjo. Kadar alkoholnya umumnya sekitar 15 sampai 16 persen, tergantung produk dan ukuran botol.
Hakutsuru Junmai Daiginjo memiliki rasa yang lembut, ringan, dan sedikit harum. Karena termasuk Junmai Daiginjo, aromanya lebih terasa dibanding sake biasa.
Sake ini cocok untuk pemula yang ingin mencoba Junmai Daiginjo dengan harga yang masih cukup masuk akal.
Hakutsuru adalah salah satu brewery besar dari Nada. Karena skala produksinya besar, produknya mudah ditemukan di Jepang maupun luar negeri.
Merek ini cocok untuk orang yang ingin mencoba sake Jepang yang terkenal tetapi tidak terlalu sulit dicari.
Hakutsuru sangat mudah ditemukan di Jepang. Kamu bisa membelinya di supermarket, toko minuman, department store, online shop, bandara, dan beberapa convenience store tertentu.
Kizakura berasal dari Fushimi, Kyoto. Sama seperti Gekkeikan, Kizakura juga merupakan salah satu merek sake terkenal dari daerah Fushimi.
Fushimi dikenal dengan airnya yang lembut, sehingga sake dari daerah ini sering terasa halus dan mudah diminum.
Salah satu varian yang mudah dikenal adalah Kizakura Junmai Ginjo. Kadar alkoholnya umumnya berada di sekitar 15 persen.
Rasa Kizakura Junmai Ginjo cenderung ringan, lembut, dan memiliki aroma yang cukup halus. Tidak terlalu berat, sehingga cocok untuk orang yang baru belajar minum sake.
Kizakura juga cukup cocok dipadukan dengan makanan Jepang ringan seperti sushi, tempura, tofu, dan ikan.
Kizakura dikenal sebagai salah satu merek sake Kyoto yang mudah ditemukan. Selain sake, Kizakura juga terkenal dengan karakter kappa dalam branding-nya, sehingga punya kesan yang cukup akrab bagi orang Jepang.
Kizakura bisa ditemukan di supermarket, toko minuman, toko oleh-oleh Kyoto, department store, dan online shop.
Jika kamu berjalan-jalan ke Fushimi, kamu juga bisa menemukan tempat yang berhubungan dengan sake Kizakura.
Suigei berasal dari Prefektur Kochi di Shikoku. Nama Suigei berarti “paus mabuk” atau “drunken whale”. Nama ini cukup unik dan mudah diingat.
Kochi sendiri terkenal dengan budaya minum yang kuat dan makanan laut yang enak. Karena itu, sake dari Kochi biasanya cocok untuk menemani makanan.
Salah satu varian yang terkenal adalah Suigei Tokubetsu Junmai. Kadar alkoholnya umumnya sekitar 15 persen.
Suigei Tokubetsu Junmai memiliki rasa yang kering, bersih, dan cocok dipadukan dengan makanan. Sake ini tidak terlalu manis, sehingga enak diminum bersama ikan, sashimi, katsuo no tataki, dan makanan laut lainnya.
Suigei dikenal sebagai sake dari Kochi yang cocok untuk orang yang suka gaya kering dan food-friendly. Karena Kochi punya budaya makanan laut yang kuat, sake ini juga terasa pas untuk menemani hidangan laut.
Suigei bisa dicari di toko sake, department store, online shop, dan restoran Jepang. Di daerah Kochi dan Shikoku, sake ini tentu lebih mudah ditemukan.
Masumi berasal dari Prefektur Nagano. Nagano dikenal dengan alam pegunungan, air bersih, dan suhu yang cocok untuk pembuatan sake.
Masumi adalah salah satu merek sake terkenal dari Nagano dan cukup dikenal di luar daerahnya.
Salah satu varian yang banyak dikenal adalah Masumi Junmai Ginjo. Kadar alkoholnya biasanya sekitar 15 persen.
Masumi Junmai Ginjo memiliki rasa yang seimbang, bersih, sedikit harum, dan cocok diminum bersama makanan. Tidak terlalu berat, tetapi juga tidak terlalu tipis.
Sake ini cocok untuk orang yang ingin mencoba sake dari daerah pegunungan Jepang.
Masumi dibuat oleh Miyasaka Brewing. Brewery ini juga terkenal karena hubungannya dengan ragi sake yang penting dalam sejarah sake Jepang.
Karena kualitasnya stabil dan rasanya mudah diterima, Masumi sering menjadi salah satu pilihan sake dari Nagano.
Masumi bisa ditemukan di toko sake, department store, online shop, dan restoran Jepang. Kalau kamu pergi ke Nagano, Masumi juga bisa menjadi oleh-oleh yang menarik.
Jika kamu baru pertama kali ingin mencoba sake Jepang, sebaiknya jangan langsung mencari yang paling mahal atau paling langka. Pilih dulu sake yang mudah diminum dan tidak terlalu berat.
Beberapa sake yang cocok untuk pemula antara lain Dassai 45, Kubota Senjyu, Hakkaisan Tokubetsu Honjozo, Dewazakura Oka Ginjo, Gekkeikan Horin, Hakutsuru Junmai Daiginjo, dan Kizakura Junmai Ginjo.
Kalau kamu suka rasa ringan dan kering, coba sake dari Niigata seperti Kubota atau Hakkaisan. Kalau kamu suka aroma buah dan rasa yang sedikit manis, coba Dassai, Dewazakura, Nabeshima, Zaku, atau Shichiken.
Kalau kamu ingin mencoba sake yang lebih tradisional, kamu bisa mencoba Kiku-Masamune Taru Sake atau Kamotsuru Tokusei Gold. Kalau ingin mencoba sake yang lebih casual dan dekat dengan kehidupan sehari-hari orang Jepang, Ozeki One Cup juga menarik untuk dicoba.
Jika kamu ingin membeli sake sebagai oleh-oleh dari Jepang, pilihlah sake yang namanya dikenal dan botolnya terlihat bagus. Untuk oleh-oleh, beberapa pilihan yang cukup aman adalah Dassai 45, Kubota Senjyu, Hakkaisan, Gekkeikan Horin, Born Ginsen, Kamotsuru Tokusei Gold, dan Shichiken.
Dassai cocok untuk oleh-oleh karena namanya sangat terkenal. Kubota dan Hakkaisan cocok untuk orang yang suka sake yang bersih dan tidak terlalu manis. Kamotsuru Tokusei Gold cocok untuk hadiah karena ada hiasan emas kecil di dalam botol. Born dan Shichiken cocok untuk hadiah yang terlihat lebih premium.
Namun, sebelum membeli sake sebagai oleh-oleh, pastikan juga aturan membawa alkohol ke negara tujuan. Setiap negara punya aturan yang berbeda mengenai jumlah alkohol yang boleh dibawa.
Sake bisa dibeli di banyak tempat di Jepang. Untuk sake yang umum, kamu bisa menemukannya di supermarket besar, toko minuman, department store, toko oleh-oleh bandara, dan online shop.
Supermarket biasanya menjual sake yang lebih umum dan harganya lebih terjangkau. Department store biasanya punya pilihan yang lebih rapi dan cocok untuk oleh-oleh. Toko sake khusus biasanya memiliki pilihan yang lebih banyak, termasuk sake lokal dan sake premium.
Kalau kamu mencari sake langka seperti Juyondai, Aramasa, atau Jikon, biasanya tidak mudah ditemukan di toko biasa. Sake seperti ini lebih sering tersedia di toko sake khusus, restoran premium, atau sake bar.
Kalau tujuanmu hanya ingin mencoba, sake bar adalah pilihan yang paling realistis. Dengan begitu, kamu bisa mencoba beberapa jenis sake tanpa harus membeli satu botol penuh.
Baca juga : Rahasia Surga Tersembunyi di Jepang! Pantai Terbaik dan Terindah di Pulau Miyakojima!
Sake bisa dinikmati dalam berbagai suhu. Ada sake yang enak diminum dingin, ada yang enak diminum suhu ruang, dan ada juga yang enak diminum hangat.
Sake jenis Ginjo dan Daiginjo biasanya lebih cocok diminum dingin karena aromanya lebih terasa segar. Sake seperti Dassai, Dewazakura, Zaku, Shichiken, dan Gekkeikan Horin biasanya cocok diminum dingin.
Sake jenis Junmai atau Honjozo tertentu bisa cocok diminum hangat. Contohnya Hakkaisan Tokubetsu Honjozo, Kiku-Masamune Taru Sake, atau sake kering dari daerah Nada.
Namun, tidak ada aturan yang terlalu kaku. Jika kamu suka sake tertentu dalam kondisi dingin, minum dingin saja. Jika kamu merasa lebih enak hangat, boleh juga diminum hangat. Yang penting adalah menyesuaikan dengan selera dan makanan yang sedang dinikmati.
Sake sangat cocok dipadukan dengan makanan Jepang. Untuk sake ringan dan bersih seperti Kubota atau Hakkaisan, kamu bisa menikmatinya dengan sashimi, sushi, ikan bakar, atau tempura.
Untuk sake yang fruity seperti Dassai, Dewazakura, Nabeshima, Zaku, atau Shichiken, kamu bisa menikmatinya dengan makanan yang tidak terlalu berat. Misalnya sashimi, salad Jepang, tofu, atau hidangan seafood.
Untuk sake yang lebih kering dan tradisional seperti Kiku-Masamune atau Suigei, makanan yang cocok adalah ikan bakar, katsuo no tataki, yakitori, oden, atau nabe.
Sake juga cocok dengan makanan berumami. Karena sake sendiri punya rasa umami, minuman ini bisa menyatu dengan makanan Jepang yang memakai dashi, miso, soy sauce, atau fermentasi.
Baiklah, sekian pembahasan mengenai sake Jepang terkenal dari seluruh Jepang. Dari artikel ini, kita bisa melihat bahwa sake Jepang sangat beragam. Setiap daerah punya karakter masing-masing, dan setiap merek punya cerita sendiri.
Jika kamu ingin mencoba sake terkenal yang mudah ditemukan, kamu bisa mulai dari Dassai 45, Kubota Senjyu, Hakkaisan, Gekkeikan, Kiku-Masamune, Ozeki, Hakutsuru, Kizakura, atau Kamotsuru.
Jika kamu ingin mencoba sake premium yang lebih diburu oleh pecinta sake, kamu bisa mencari Juyondai, Aramasa, Jikon, Kokuryu, Born, Nabeshima, Zaku, atau Shichiken.
Untuk pemula, pilih sake yang rasanya ringan, bersih, dan tidak terlalu berat. Untuk hadiah, pilih sake yang namanya terkenal dan tampilannya bagus. Untuk pengalaman yang lebih lokal, cobalah sake dari daerah yang sedang kamu kunjungi.
Namun perlu diingat, sake terbaik bukan selalu yang paling mahal. Sake yang paling cocok adalah sake yang sesuai dengan selera kamu dan cocok dengan makanan yang sedang kamu nikmati.
Semoga artikel ini bisa membantu kamu mengenal sake Jepang lebih dalam, terutama jika kamu sedang mencari oleh-oleh khas Jepang, ingin belajar budaya Jepang, atau ingin tahu merek sake terkenal dari berbagai daerah di Jepang.